Postingan

2020 IS ABOUT SURVIVE

  Hi, it was me in the picture standing gently and smiling behind the mask! Jakarta looks so beautiful with the city light and the crowds, this is my biggest wishlist since the first time I came here it's been a long story huh. I'm smiling behind the mask, that smile really truthful you can see that from my eyes. Isn't it? with my favorite shirt and my lovely hijab. No hurt feeling as you can see, all the joy, and happiness come around every day with unconditional times and I didn't expect it before. I start the trip from Sudirman train Station and voila I saw the building, the building that I always see every morning at one tv station.   "Ahh finally, close enough" lol it was stupid things I said If you realize there is an underground street near the Station, a unique painting and everyone take a picture there, watching their smiles makes my heart warm I guess, so fun. I imagine someday I can walk with someone who enjoys the view while the suns down. Silent,

BALADA SEMESTER 5

Siapa orang yg selalu bareng sama lo? Hai back again! Cuaca Jakarta yg lagi sendu terus akhir-akhir ini selalu bikin gue mikir apalagi kalo lagi santai dan gaada kerjaan. Padahal banyak yg lagi gue kerjain, tapi karena gue merasa hal itu adalah kewajiban s o yeah it's must be easy for me to deal with . Dari mulai urus proposal acara yang lumayan gede, dan proposal yg gue urusin ga cuman satu acara which is bikin gue agak sedikit keteteran, belom lagi ujian tengah semester yang ada di depan mata deadline-nya emang lama tapi karena gue tipikal orang yg pengen cepet selesai here we go again multitasking is the best solution buat si ambisius kaya gue. It's not a hard choice ketika lo punya banyak kerjaan, dan kewajiban di waktu yg bersamaan. Semuanya, tergantung dari diri lo sendiri seberapa tahan diri lo dengan keadaan yg terus mendesak dan lo kadang cuma andelin kata... "bentar deh ini lebih penting"  "iya nanti gue urus kalo yg satu udah selesai ya"  Jujur

AKU SUDAH SAMPAI MANA?

Gambar
LULU DAN CERITA-NYA Ya ketemu lagi sama gue, karena udah bosen banget sama media kertas jadi pindah deh. Dalam rangka pindah media gue pengen nulis hal-hal yang gue rasakan akhir-akhir ini, pertama gue mau ucapin selamat menempuh hidup baru untuk diri gue sendiri dengan umur yang baru aja berkepala dua di bulan September lalu. Welcome to the club Lulu! Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk setiap nikmat yang tuhan kasih sama gue.  Beberapa waktu yang lalu gue sering banget pergi ke luar rumah, karena banyak urusan yang harus gue selesaikan dan ketemu langsung sama yang bersangkutan. Hal yang gue pengen banget mungkin belum kesampean sampe hari ini, gue cape sama ekspektasi gue untuk beberapa orang yang gue kira bakal ada kesan tertentu. Akhirnya sampe saat ini, gue selalu menjalani hidup gue dengan "Yahh yaudahlah nanti juga ada mungkin...." "Sabar lu.." "Semangat.." Dibalik sikap optimisme gue, mungkin kadang orang belum liat, kalo kita juga berhak

GANJIL YANG DI-GENAPKAN

Gambar
P.S: kayanya asik banget si kalo baca cerita gue kali ini sambil dengerin lagu favorit kalian, kalo gue lagi dengerin lagu kesukaaan gue belakangan ini ga belakangan sih hahaha tapi ini sangat bermakna buat gue, sambil nulis blog gue dengerin Always I'll Care by Jeremy Zucker. Kalo ada yg mau denger playlist gue monggo klik  di sini   Lagi asik rebahan sambil liatin pemandangan langit cerah langsung dari kamar gue, akhir-akhir ini cuaca lagi dingin, angin kenceng, tapi langit di sini luar biasa cantik, alhamdulillah. Udah genap satu bulan semenjak kedatangan gue dari ibukota dan sekarang (masih) tinggal di kampung halaman. Pulang... ya bener banget udah berlembar-lembar kata yang gue tulis. Kadang apa yang kita rasakan memang ga cukup kalo dituangkan hanya dalam secarik kertas. Ketika mengatakan rindu pada orang yang kita tuju menjadi sesuatu yang menyempurnakan akhir dari hari kita. Sedikit percakapan sebelum kita terlelap dan jatuh pada mimpi yang tidak pernah kita duga dan jika

QUARTER LIFE CRISIS

Gambar
Photo by Alex Ivashenko on Unsplash Hai Juli, udah lama banget gue skip buat nulis di blog ini dan akhirnya setelah sekian purnama gue nulis lagi!! Banyak banget kejadian selama sebulan kemarin yang bikin gue up and down. Kali ini gue bakal sharing thoughts about "Quarter Life Crisis" . About Quarter Life Crisis      Gue yakin dan percaya 100% sama lo kalo lo pasti pernah ada di fase ini, ketika lo mengalami rasa bingung, meragukan, kecewa, terisolasi, dan mungkin pernah merasa ga pantes buat siapapun. Bahkan yg lo lakuin berhari-hari sebelum tidur adalah overthingking. Jam 3 pagi lo biasa pake buat nulis, atau dialog sama diri lo sendiri tentang perjalanan kehidupan lo selama ini. Apa itu berjalan sesuai dengan diri lo? Atau sesuai dengan orang tua lo? Apa sesuai dengan circle lo? Quarter Life Crisis (QLC) dirasakan sama orang-orang yang biasanya berumur 20-an entah itu awal, tengah, atau akhir. Mereka yg berumur 20-an mulai berfikir apa yg harus mereka susun untuk kehidupa

WHY I STOP PLAYING INSTAGRAM

Gambar
Oke, selamat datang. Selamat menikmati tulisan ini kembali. Draf tulisan ini sebenernya udah ada sekitar 2 minggu yang lalu, tapi ya namanya malas gabisa dibendung. Yaaa only become draf and never continue to be written hehehe finally hari ini gue selesaikan what's on my mind since 2 weeks ago. Photo by  Phix Nguyen  on  Unsplash Akhir-akhir ini sebenernya gue sempet mikir, kenapa hal ini harus kejadian lagi sekarang di mana gue udah menginjak semester 4. Dari judul yang bisa lo liat dan baca yes! Itu sama sekali ga salah, iya lo ga salah baca kok itu beneran. Mungkin alesannya belum banyak yg tau dan emang gue juga bukan tipe orang pencerita. Dulu pas kelas 3 SMA gue juga melakukan hal yang sama, gue ga mau maen-IG karena pengen fokus belajar wkwkwk alasan yg amat sangat cliche , gapapa. Dari awal kelas 3 SMA gue ga pernah install lagi IG inside my phone, selain gawai gue waktu itu kurang capable buat IG ya maklum memori gue kecil cuy. Selama kelas 3 SMA lo bisa

AN OLD STORY

Pak tua itu iri pada orang yang masih bisa datang ke kota ini dalam harapan. Kota ini berubah terlalu cepat untuk ia pahami. Jalan ini sudah jauh berbeda. Matahari sore akan memanggang siapa saja yang berani menyusurinya. Kanopi pepohonan, dua gelas cappuccino.  Untuknya, dan untuk mengenang sang istri. Semua yang ia kenal akan menghilang pada waktunya. Ia tahu ia tidak berhak merasa getir dan menyumpahi berjalannya waktu. "Kamu tau? Aku suka manis, asam, atau asin?" "Manis tentu saja, lihat dirimu" Tiap jalan menuju kota memiliki cerita yang bersinggungan dengan memori mereka maisng-masing dan mereka mengenangnya dalam senyap. "Siapa juga yang membangunkan pecandu dengan senyuman." Pak tua menatap kursi kosong namun dalam bayangnya ada sosok cantik yang sedang menatap dalam pada mata kisut itu.  Mereka semua akan pulang dengan rasa kecewa, melubangi hari-hari tua dengan obrolan ala anak muda.  Namun, belakangan ia sadar,