Postingan

A SLICE OF BREAD AND HISTORY BEHIND

Kenapa a slice of bread? Finally, gue sampe kehabisan kata-kata lagi nih buat opening nulis kali ini hahaha sorry for that guys! Gimana kabarnya? Semoga kita semua sehat selalu. Sebelum baca cerita gue kali ini jangan lupa play lagu favorit kalian yuk ambil earphone and enjoy the story. One song that keep on repeat hampir 3 minggu ini dipegang terus sama Grover with his masterpiece song "Just the two of us" bukan karena trend gue dengerin lagu ini, this song literally reminds me for everything that was happened in this city. Jangan ditanya deh cerita di Kota ini kaya gimana kalo jadi novel ya lumayan lahhh tebelnya bisa bikin lo mager baca atau bisa jadi tatakan lo kalo lagi nulis jawaban ujian. Mood gue hari ini lagi bagus banget alhamdulillah makannya gue bisa nulis lagi di sini, karena yaaa nulis itu butuh mood bro n sis. Kalo ga mood isinya ni blog misuh terus soalnya, tapi sekarang let's share the happiness in the middle of the storm. Di tengah naik turunnya semangat

TENTANG DIRI

Gambar
Oh hai! Welcome to the last semester and still counting.. Kali ini mau sampein sesuatu, yang berharga dan cukup satu. Rasanya baru-baru ini merasakan kembali bersyukur dalam keadaan terbatas. Selalu aja ada rezeqi yang tak terduga dan tanpa sadar selalu dibantu sama yang di atas. Gaadil bukan rasanya kalo kita hidup dalam satu lingkaran yang isinya cuman mengeluh atas keadaan yang diberikan. Padahal, masih banyak banget kesempatan buat jernihin pikiran kita sendiri. Hmm, this is the story about how to hit insecurities and be bold, also how to encourage yourself (?) Instead I'm still far away from someone expectations, but let me say  "I don't live to fulfill someone else expectations"  Pernah denger dong quarter-life crisis? in your 20? yes, we heard that a lot. Satu masa gue pernah denger ada orang yang ngomong kalo good looking itu bukan selalu jadi cermin untuk seseorang dipilih dalam suatu lingkungan. Tapi ternyata, bagi sebagian besar lingkungan masih banyak oran

JURNAL SEDERHANA

Gambar
 A FINE PARAGRAPH FOR ME.  Hai... hm gue kaku banget nih udah lama ga nulis di blog, kalo gue liat lagi blog ini kayanya udah jarang gue buka ya karena kesibukan gue selama magang lumayan padet meskipun gue kadang gatau habisnya waktu gue tuh di sebelah mana. One day ada satu orang yang nanya sama gue... "Kenapa lo suka nulis?" Susah juga ya jawabnya, karena nulis ibarat obat kalo buat gue, nulis itu bukan artinya kita orang yang melankolis apalagi terkesan "lebay" no it was not the point of writing. Gue kadang masih nulis di media kertas, bukunya baru banget abis dan gue belum sempet cari buku baru. Wanted to make a junk journal later hopefully! Bahkan notes hp gue kayanya penuh sama potongan-potongan kalimat yg gue bikin tanpa sadar kalo lagi mood, entah itu lagi naik kereta, jalan kaki, bahkan kadang bangun tidur. Lucu juga yah gimana caranya menulis itu bikin kita sembuh, bikin kita lega, terlepas dari huru hara pertanyaan yg berkecamuk di dalam otak. Anyways, i

KITA BUTUH SATU

Gambar
DOZENS OF PEOPLE COMES BUT ONLY A FEW WILL STAY Akhirnya gue nulis lagi, ide nulis ini hadir setelah gue makan satu piring kwetiau abis ujan deres, sepatu kuyup, badan cape, pikiran gatau di mana. Sehabis scroll timeline Twitter. Nulis ini jadi satu comfort zone buat gue, selain dengerin playlist yg itu-itu aja dan lagu yg terus terusan gue puter sebulan belakangan. Merasa ga berguna buat orang lain? pernah. Merasa menyakiti orang lain? pernah. Merasa bersalah karena gabisa bantu apa-apa? pernah. Nangis tersendu-sendu tengah malem? pernah. Kebingungan, kehilangan, keresahan, kebodohan, kesalahan, ketidakpastian, kekeliruan, semua itu adalah hal-hal jelek gue di awal Februari ini. (7/2/21) My biggest comfort zone, still hangin' there and it made me blind. Blind for everyone, constantly makes stupidity. And lost, then crying, then hurting. I mean I was hurting myself instead because of my own anxiety and worrying something too much. Gue lanjut lagi nerusin draf ini ya hari ini tangga

2020 IS ABOUT SURVIVE

Gambar
  Hi, it was me in the picture standing gently and smiling behind the mask! Jakarta looks so beautiful with the city light and the crowds, this is my biggest wishlist since the first time I came here it's been a long story huh. I'm smiling behind the mask, that smile really truthful you can see that from my eyes. Isn't it? with my favorite shirt and my lovely hijab. No hurt feeling as you can see, all the joy, and happiness come around every day with unconditional times and I didn't expect it before. I start the trip from Sudirman train Station and voila I saw the building, the building that I always see every morning at one tv station.   "Ahh finally, close enough" lol it was stupid things I said If you realize there is an underground street near the Station, a unique painting and everyone take a picture there, watching their smiles makes my heart warm I guess, so fun. I imagine someday I can walk with someone who enjoys the view while the suns down. Silent,

BALADA SEMESTER 5

Siapa orang yg selalu bareng sama lo? Hai back again! Cuaca Jakarta yg lagi sendu terus akhir-akhir ini selalu bikin gue mikir apalagi kalo lagi santai dan gaada kerjaan. Padahal banyak yg lagi gue kerjain, tapi karena gue merasa hal itu adalah kewajiban s o yeah it's must be easy for me to deal with . Dari mulai urus proposal acara yang lumayan gede, dan proposal yg gue urusin ga cuman satu acara which is bikin gue agak sedikit keteteran, belom lagi ujian tengah semester yang ada di depan mata deadline-nya emang lama tapi karena gue tipikal orang yg pengen cepet selesai here we go again multitasking is the best solution buat si ambisius kaya gue. It's not a hard choice ketika lo punya banyak kerjaan, dan kewajiban di waktu yg bersamaan. Semuanya, tergantung dari diri lo sendiri seberapa tahan diri lo dengan keadaan yg terus mendesak dan lo kadang cuma andelin kata... "bentar deh ini lebih penting"  "iya nanti gue urus kalo yg satu udah selesai ya"  Jujur

AKU SUDAH SAMPAI MANA?

Gambar
LULU DAN CERITA-NYA Ya ketemu lagi sama gue, karena udah bosen banget sama media kertas jadi pindah deh. Dalam rangka pindah media gue pengen nulis hal-hal yang gue rasakan akhir-akhir ini, pertama gue mau ucapin selamat menempuh hidup baru untuk diri gue sendiri dengan umur yang baru aja berkepala dua di bulan September lalu. Welcome to the club Lulu! Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk setiap nikmat yang tuhan kasih sama gue.  Beberapa waktu yang lalu gue sering banget pergi ke luar rumah, karena banyak urusan yang harus gue selesaikan dan ketemu langsung sama yang bersangkutan. Hal yang gue pengen banget mungkin belum kesampean sampe hari ini, gue cape sama ekspektasi gue untuk beberapa orang yang gue kira bakal ada kesan tertentu. Akhirnya sampe saat ini, gue selalu menjalani hidup gue dengan "Yahh yaudahlah nanti juga ada mungkin...." "Sabar lu.." "Semangat.." Dibalik sikap optimisme gue, mungkin kadang orang belum liat, kalo kita juga berhak